BALI – Sebuah tren baru yang tak biasa sedang menjadi sorotan di dunia pariwisata Bali. Sebuah tempat spa bernama “Oasis Senyap” menawarkan pengalaman relaksasi yang unik, yaitu dengan mewajibkan setiap pengunjungnya untuk menyerahkan semua gawai elektronik mereka. Akibatnya, konsep ‘puasa gadget’ ini langsung menjadi berita viral di media sosial.
Banyak yang penasaran dengan tempat ini, karena menawarkan solusi nyata bagi masalah kelelahan digital (digital burnout) yang banyak dialami masyarakat perkotaan.
Lebih dari Sekadar Pijat, Ini Terapi Ketenangan
Tidak seperti spa pada umumnya, “Oasis Senyap” tidak hanya menjual layanan pijat atau lulur. Sebaliknya, daya tarik utamanya adalah suasana yang sepenuhnya bebas dari distraksi digital. Saat tiba, pengunjung akan menitipkan ponsel, laptop, dan jam tangan pintar mereka di loker khusus.
“Awalnya aneh sekali tidak memegang ponsel. Tapi setelah satu jam, saya merasakan ketenangan yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Benar-benar menyegarkan,” tulis seorang pengunjung dalam ulasannya.
Sebagai gantinya, pengunjung diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan. Misalnya, meditasi di alam terbuka, kelas meracik herbal, hingga terapi suara menggunakan alat musik tradisional.
Tren ‘Mindful Tourism’ yang Didukung Pemerintah
Fenomena ini merupakan bagian dari tren pariwisata yang lebih besar, yaitu ‘mindful tourism’ atau wisata sadar. Wisatawan kini tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga pengalaman yang dapat meningkatkan kesehatan mental dan spiritual mereka.
Tren positif ini juga mendapat sambutan baik dari pemerintah. Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pengembangan produk wisata berbasis kesehatan (wellness tourism) menjadi salah satu fokus utama untuk menarik wisatawan berkualitas pasca-pandemi.
Peluang Baru bagi Industri Perhotelan
Kesuksesan “Oasis Senyap” membuktikan adanya ceruk pasar yang besar untuk konsep liburan bebas digital. Oleh karena itu, banyak pelaku industri perhotelan dan pariwisata kini mulai melirik untuk mengadopsi konsep serupa.
Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun ke depan, ‘digital detox’ akan menjadi salah satu paket standar yang ditawarkan di berbagai destinasi wisata unggulan di seluruh Indonesia.